Lakukan Pada Orang Lain Apa yang Telah Allah Lakukan Untuk Anda

Anda dan saya telah diberi hak untuk melakukan pada orang lain apa yang Allah lakukan untuk kita. Bagaimana kita menunjukkan pada orang lain bahwa kita mempercayai mereka?
Show up.
Tidak ada yang dapat menggantikan kehadiran Anda. Surat-surat itu menyenangkan. Telepon itu special, tapi kehadiran kita memberikan suatu pesan.
Apa Anda percaya pada anak-anak Anda? Maka hadirlah. Hasirlah dalam permainan mereka. Dalam pertunjukkan drama mereka. Dalam recital-resital. Mungkin kita tidak dapat memenuhi semuanya, tapi layak untuk diusahakan. Apa Anda percaya pada teman-teman Anda? Maka hadirlah. Hadir dalam kelulusan dan pernikahan mereka. Luangkan waktu bersama mereka. Anda ingin menjangkau yang terbaik dari seseorang? Maka hadirlah.
Listen up.
Anda tidak perlu berbicara untuk memberi semangat. Alkitab mengatakan,”…setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata…(Yak 1:19)”. Kita cenderung untuk banyak berbicara dan sedikit mendengar. Tetapi ada waktunya untuk diam. Itulah yang ayah saya lakukan.
Menjatuhkan bola dalam sebuah perminan baseball mungkin bukan masalah besar bagi kebanyakan orang, tetapi jika anda berumur 13 tahun dan bermimpi untuk tampil di liga besar, maka itu adalah masalah besar. Bukan hanya itu kesalahan kedua yang kulakukan, tetapi juga membawa kekalahan. Aku bahkan tidak kembali ke tempat istirahat. Aku berbalik di tengah-tengah kiri lapangan, dan memanjat pagar. Aku dalam setengah perjalanan pulang ketika ayahku menemukanku. Ia tidak mengatakan sepatah katapun. Ia hanya meminggirkan mobilnya, dan membuka pintu penumpang. Kami tidak bercakap-cakap. Kami tidak perlu melakukan itu. Kami berdua tahu dunia telah berakhir. Ketika kami tiba di rumah, aku langsung berjalan ke kamarku, dan ia langsung ke dapur. Kemudian dia muncul di hadapanku membawa susu dan biscuit. Dia duduk di ranjang, dan kami memecahkan biskuit bersama. Ketika aku sedang mencelupkan biscuit aku mulai menyadari bahwa hidup dan cinta ayahku akan terus berlanjut. Dalam aturan anak lelaki remaja, jika anda mencintai seseorang yang telah menjatuhkan bola, maka anda benar-benar mencintainya. Keahlianku sebagai pemain baseball tidak meningkat, tetapi kepercayaan akan cinta ayahku meningkat. Ayah tidak pernah mengucapkan sepatah katapun. Tapi dia hadir. Dia mendengarkan. Untuk mencapai yg terbaik dari seseorang, lakukan hal yang sama, dan berikutnya…
Speak up.
Anda memiliki kuasa untuk mengubah hidup seseorang cukup dengan kata-kata yang anda ucapkan. “Hidup dan mati dikuasai lidah…(Ams 18:21). Itulah sebabnya mengapa Paulus mendesak kita untuk berhati-hati. “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, teteapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya beroleh kasih karunia (Efesus 4:29)”.
Ada test untuk lidah. Sebelum anda berbicara, tanyakan” Apakah yang akan kukatakan membantu orang lain menjadi lebih kuat?” Anda memiliki kemampuan dengan kata-kata untuk membuat seseorang menjadi lebih kuat. Kata-kata Anda bagi jiwa mereka seperti vitamin bagi tubuh. Jika anda memiliki makanan dan melihat seseorang kelaparan, akankan anda berbagi dengannya? Jika anda memiliki air dan melihat seseorang kehausan, apakah anda tidak akan berbagi dengannya? Tentu saja bukan? Lalu akankah anda melakukan hal yang sama untuk hati mereka? Kata-kata Anda adalah makanan dan air. Jangan menahan penghiburan dan dorongan dari mereka yang patah semangat. Jangan menyimpan peneguhan dari mereka yang terpukul! Ucapkan kata-kata yang membuat orang lain lebih kuat. Percayalah pada mereka seperti Tuhan percaya kepada kita.

Dari A Love Worth Giving (copyright Max Lucado (Thomas Nelson 2002))

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: