Praise and Worship

Pujian dan penyembahan dalam kehidupan beribadah orang Kristen memegang peranan yang penting. Baik di gereja aliran mainstream, terlebih di gereja aliran karismatik. Perbedaannya terletak pada lagu yang dinyanyikan. Biasanya di gereja main stream, dinyanyikan lagu-lagu yang sudah bertahan puluhan tahun bahkan melewati abad lamanya. Kata-kata dalam pujian merupakan baris-baris puisi atau sajak mengikuti aturan rima yang cenderung baku. Iramanya pun lembut dengan tempo lambat untuk lagu-lagu himne, atau marching untuk tempo yang cepat. Namun usia lagu-lagu tersebut yang telah bertahan demikian lama, menunjukkan bahwa lagu-lagu tersebut telah teruji membawa berkat bagi banyak orang percaya yang terus menerus dikuatkan dalam iman.

Sedangkan pada gereja-gereja aliran karismatik, pujian yang dinyanyikan lebih bervariasi baik dalam irama maupun dalam kata-katanya. Mengikuti perubahan dan kemajuan jaman, musik gereja juga mengalami perkembangan mengikuti trend di jamannya.

Bagi saya memuji dan menyembah Tuhan lebih merupakan ungkapan isi hati kepada Tuhan lewat bait lagu dan musik. Tiap lagu membawa pengaruh yang mungkin berbeda bagi setiap orang. Mungkin kita semakin dipenuhi kasih kepada Allah, atau kita ingat akan kasih Allah kepada kita, kita ingat akan komitmen kita kepada Allah, kita merasa dikuatkan, merasa dihibur, diajar, dan sebagainya. Intinya adalah dari hati kita, sikap hati yang benar dalam memuji dan menyembah Tuhan akan membawa kita dalam hadirat Tuhan (2 Taw 5:13-14). Namun mungkin kita bertanya, sepertinya ketika kita menyanyikan lagu pujian kok rasanya biasa saja, tidak mendapatkan atau merasakan apa-apa. Seperti menyanyikan lagu lainnya. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan agar kita bisa lebih memaknai pujian yang kita nyanyikan.:

1. Cobalah untuk mengingat kata-kata lagu pujian tersebut. Bila kita menyukai irama lagu tertentu (menurut saya sah-sah saja, saya juga kurang bisa menikmati lagu pujian dengan irama keras misalnya rock, hardrock), atau menyukai lagu tertentu, cobalah untuk bisa menyanyikannya tanpa membaca teks. Ketika kita menguasai lagu tersebut, baik irama dan kata-katanya, maka kita akan lebih mudah merasakan lagu tersebut, tanpa harus terpaku pada teks sambil berusaha untuk menjiwai lagu tersebut.

2. Sering-seringlah mendengar lagu rohani. Semakin banyak lagu rohani yang kita kuasai, semakin kita senang memuji Tuhan. Ketika kita dalam kesusahan dan penderitaan, dalam sukacita dan penuh ucapan syukur, kita memiliki banyak lagu pujian yang siap untuk menghibur dan menguatkan kita, juga pujian untuk mengekspresikan sukacita kita.

3. Lagu pujian yang baik bagi saya adalah yang memiliki kata-kata firman Tuhan di dalamnya, selain membantu kita mengingat firman tersebut, kite juga yakin akan kuasa yang terkandung di dalamnya. Mengapa? Karena firman Allah berkuasa. Karena itu pilihlah lagu yang kita tahu didasarkan pada firman Tuhan, seperti FirmanMu, Sejauh Timur dari Barat, dll.

4. Lagu-lagu lainnya yang merupakan curahan hati atau doa penciptanya di saat mereka menghadapi kehidupan ini, seringkali dapat menjadi berkat bagi kita juga. Karena itu lagu-lagu ini pun tentu saja boleh dinyanyikan dan biasanya kata-katanya lebih dapat dimengerti sehingga mudah dihafalkan.

5. Kadangkala menggunakan gerakan dapat membantu (misalnya tepuk tangan dan angkat tangan). Seperti ketika kita berceramah atau berkhotbah, gerakan tangan dapat menegaskan apa yang ingin disampaikan dan membuat kita tetap fokus. Kita lebih dapat mengekspresikan pujian yang kita nyanyikan.

6. Menyanyilah dari hati, ini yang paling utama. Pujian dan penyembahan merupakan sikap hati kita kepada Tuhan, sama seperti kita berdoa. Ketika kita menyanyikan pujian yang menyatakan syukur kita kepada Tuhan, maka nyanyikanlah pujian tersebut sungguh-sungguh dari hati yang bersyukur kepadaNya. Bahkan dari lagu yang kata-katanya sangat sederhana dan sangat singkat, ketika kita menyanyikannya dengan sungguh-sungguh maka sungguh membawa berkat bagi kita. Contohnya lagu KuditanganMu, Allah Kuasa Melakukan Segala Perkara.

Lalu apa tujuannya kita memuji dan menyembah Tuhan?

1. Karena Firman Allah mengatakan demikian (1 Taw. 16:9,23), juga untuk menjadi kesaksian dan peringatan bagi umat Tuhan (Ulangan 31:14-30).

2. Karena pujian dan penyembahan dapat mempersiapkan hati kita untuk mendengarkan firman Tuhan. (Mazmur 22:4)

3. Karena pujian dan penyembahan memiliki kuasa(2 Taw. 20:20-24). Ingat Paulus dan Silas yang berdoa dan menyanyi di dalam penjara. Saya juga banyak mendengar kesaksian orang yang dimenangkan, atau disembuhkan, atau dilepaskan karena pujian dan penyembahan. Jadi, mari kita sama-sama memuji dan menyembah Tuhan dengan segenap hati kita. Tuhan memberkati. (Fanny)

Iklan

1 Komentar

  1. soongseechoo said,

    4 Juni 2010 pada 19:35

    memang benar, pujian adalah reaksi yang patut pada Tuhan yang kasihi ku selama lamanya. I will sing, I will praise , even in my darkest hour through my soroow and my pain, I will sing to my Lord and Master, Lord Jesus Christ. Amen.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: